UPGRIS Tampilkan Bakat Mahasiswa
Senin 30 Oktober 2017 Balairung UPGRIS dipenuhi dengan aktivitas mahasiswa berpakaian adat. Hari itu merupakan puncak dari acara Bulan Bahasa yang diselenggarakan oleh BEM FPBS UPGRIS yang bertema Berbahasa dan Berkarya. Mahasiswa dan dosen dianjurkan untuk memakai pakaian adat daerah Indonesia. Acara dimulai pukul 09.00 dan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu para dosen pun membawakan beberapa lagu dan menari dengan kompak. Acara berlanjut dengan pertunjukan karnaval dari perwakilan mahasiswa tersebut. Mereka menampilkan baju adat dan tarian tradisional. Mereka tidak asal menaiki panggung, namun dengan berurutan sesuai dengan nomor undian yang didapat. Nomor undian pertama yaitu prodi PBSI. Lalu secara berpasangan mereka menaiki panggung. Setelah semua pasangan menaiki panggung, lalu mereka dengan serentak menari dengan diiringi alunan musik perahu layar. Urutan kedua yaitu prodi PBI. Perwakilan dari mereka salah satunya memakai baju adat Bali. Mereka juga menampilkan beberapa tarian daerah dengan kompak. Tidak mau kalah dengan yang lain, prodi PBSD pun tampil dengan semangat dan meriah. Mereka menampilkan tarian daerah yang hampir serupa dengan tarian kuda lumping. Namun bedanya, mereka tidak menggunakan kuda lumpingnya.
Setelah ketiga prodi tampil secara urut, Bapak Dr. Muhdi S.H., M.Hum. selaku rektor UPGRIS membuka puncak acara Bulan Bahasa tersebut dengan memukul gong. Tidak lama kemudian, hal yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul. Yaitu kedatangan artis ibukota yang bernama Gamelawan dan Gafarock. Mereka secara bersamaan membawakan beberapa lagu barat yang sedang populer dan mengganti liriknya dengan bahasa Jawa. Selain membawakan lagu tersebut, mereka juga membawakan lagu asli ciptaan mereka. Karena salah satu syarat seniman yaitu mempunyai karya ciptaan sendiri. Pada satu lagu, mereka memilih satu mahasiswa untuk naik ke panggung dan bernyanyi bersama mereka. Persembahan selesai, Gamelawan dan Gafarock meninggalkan panggung.
Acara dilanjutkan dengan mengumumkan pemenang dalam lomba yang telah diadakan beberapa hati sebelum hari puncak Bulan Bahasa. Lomba tersebut antara lain yakni menulis puisi, menulis cerpen, dan menulis esai. Lomba tersebut diikuti oleh mahasiswa FPBS semester 1 hingga 7. Peraih juara 1-3 berhak mendapatkan hadiah yang telah dipersiapkan oleh panitia. Yang terakhir pengumuman lomba karnaval dan tari tradisional. Juara utama diraih oleh PBSD, juara 2 PBI dan juara 3 diraih oleh PBSI. Acara terlaksana begitu lancar dan meriah. Setelah acara selesai, tidak semua mahasiswa langsung meninggalkan tempat. Namun ada yang tetap tinggal dan memanfaatkan momen tersebut untuk foto dengan teman-temannya.
Oleh: Nurul Hidayah, PBSI UPGRIS ’17 semester 1
Setelah ketiga prodi tampil secara urut, Bapak Dr. Muhdi S.H., M.Hum. selaku rektor UPGRIS membuka puncak acara Bulan Bahasa tersebut dengan memukul gong. Tidak lama kemudian, hal yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul. Yaitu kedatangan artis ibukota yang bernama Gamelawan dan Gafarock. Mereka secara bersamaan membawakan beberapa lagu barat yang sedang populer dan mengganti liriknya dengan bahasa Jawa. Selain membawakan lagu tersebut, mereka juga membawakan lagu asli ciptaan mereka. Karena salah satu syarat seniman yaitu mempunyai karya ciptaan sendiri. Pada satu lagu, mereka memilih satu mahasiswa untuk naik ke panggung dan bernyanyi bersama mereka. Persembahan selesai, Gamelawan dan Gafarock meninggalkan panggung.
Acara dilanjutkan dengan mengumumkan pemenang dalam lomba yang telah diadakan beberapa hati sebelum hari puncak Bulan Bahasa. Lomba tersebut antara lain yakni menulis puisi, menulis cerpen, dan menulis esai. Lomba tersebut diikuti oleh mahasiswa FPBS semester 1 hingga 7. Peraih juara 1-3 berhak mendapatkan hadiah yang telah dipersiapkan oleh panitia. Yang terakhir pengumuman lomba karnaval dan tari tradisional. Juara utama diraih oleh PBSD, juara 2 PBI dan juara 3 diraih oleh PBSI. Acara terlaksana begitu lancar dan meriah. Setelah acara selesai, tidak semua mahasiswa langsung meninggalkan tempat. Namun ada yang tetap tinggal dan memanfaatkan momen tersebut untuk foto dengan teman-temannya.
Oleh: Nurul Hidayah, PBSI UPGRIS ’17 semester 1

Comments
Post a Comment